10 PESEPAKBOLA TERKENAL YANG GAGAL BERSINAR BAGI TIMNASNYA

Pada fans akan merasa sangat kecewa ketika mereka melihat seorang pemain bintang gagal tampil secara konsisten di tingkat internasional. Iklim pertandingan sepakbola internasional tentu berbeda jauh dengan pertandingan klub, dan tidak mengherankan jika beberapa pemain berusaha untuk beradaptasi.

Meskipun anda latihan selama 6 hari dalam seminggu dengan rekan klub anda, anda hanya dapat latihan beberapa minggu dalam setahun dengan rekan setimnas anda dan bahkan diharapkan untuk mempelajari pola permainan baru atau posisi pada waktu itu.

Namun ada juga tekanan serta harapan yang besar dari permainan sepakbola internasional. Memiliki fans fanatik didalam sebuah timnas anda adalah salah satunya, kenyataannya negara tentu berharap penuh kepada anda. Mimpi dan harapan bangsa disematkan di bahu anda sehingga permainan sepakbola timnas terasa sangat berbeda dan tentu saja hanya beberapa pemain yang dapat menanganinya.

Banyak harapan yang telah disematkan kepada semua pemain didalam daftar ini dan sebagian besar pemainnya memiliki karir klub yang sangat baik, namun untuk satu alasan atau lainnya, mereka tampil gagal untuk timnasnya. Didalam daftar ini hanya mencakup beberapa pemain yang mewakili timnas yang kompetitif, dimana beberapa dari mereka berkesempatan bersinar di panggung internasional dan bermain di salah satu klub terkuat di dunia. Berikut ini adalah 10 pesepakbola terkenal yang gagal bersinar bagi timnasnya :

1. Nicolas Anelka

Kini ia melakoni peran sebagai pemain sekaligus pelatih di Mumbai City, sepanjang karir Nicolas Anelka dipenuhi dengan teka-teki. Anelka sangat terampil dan berbakat dan telah dicap sebagai striker terbaik dimasanya. Ia pernah bermain di sejumlah klub-klub elite Eropa seperti PSG, Arsenal, Real Madrid, Liverpool, Manchester City dan Juventus. Melihat rekor klub yang pernah disinggahinya, tentu Anelka dikenal sebagai pemain kelas atas.

Dia pernah memenangkan gelar liga di Inggris, Turki dan Italia serta Liga Champions. Dia telah mencetak lebih dari 200 gol disepanjang karirnya dan lebih dari 100 gol di Liga Premier. Dengan total 69 penampilan untuk timnas Prancis menunjukkan bahwa Anelka mempunyai insting pembunuh di tingkat internasional, sayang, jasanya sangat sedikit.

Dia membukukan 14 gol dalam 69 laga di timnas, dan total golnya jauh dibawah rekornya di tingkat klub. Anelka dicap gagal untuk tampil bagi timnas Perancis dan digadang-gadang sebagai biang kerok dari runtuhnya permainan Perancis.

2. Mark Viduka

Salah satu pesepakbola yang dilahirkan dalam era Generasi Emas dan Mark Viduka adalah pahlawan timnas Australia tahun 2000-an. Nama Viduka masuk dalam era Generasi Emas timnas Australia, ia pun disejajarkan dengan pemain berbakat lainnya seperti Tim Cahill, Mark Schwarzer, Harry Kewell dan Brett Emerton. Namun satu hal yang pasti, Viduka lebih berpotensi dari mereka.

Viduka adalah mesin gol produktif di tingkat klub Australia, Kroasia, Skotlandia dan Inggris terutama di Leeds, Liga Premier. Meskipun karir klubnya sangat baik, Viduka tidak bisa tampil konsisten bersama Australia. Ia hanya mengoleksi 11 gol dalam 43 laga dan 9 dari 11 gol tersebut dilesakkannya bukan di kompetisi utama.

3. Paul Scholes

Salah satu pemain yang berasal dari Generasi Emas Inggris. Paul Scholes adalah gelandang berbakat yang pernah dimiliki Inggris. Ia adalah seorang maestro lini tengah yang mampu mengendalikan dan menaklukan pola permainan. Bersama Manchester United, Scholes telah melakoni lebih dari 100 laga yang luar biasa.

Saat berada di timnas, posisi Scholes ditempatkan di sayap kiri untuk mengakomodasi Gerrard dan Lampard namun Scholes tampak tak nyaman dengan posisi tersebut. Ia pensiun dengan mencetak 14 gol dari 66 laga dan rekor tersebut tentu memberikan dampak yang buruk bagi timnas Inggris.

4. Generasi Emas Inggris

Ada banyak nama pemain Inggris berbakat yang termasuk didalam ‘Generasi Emas’ dan kesemuanya itu dianggap gagal tampil sempurna bagi timnasnya. Namun, ada beberapa pengecualian untuk poin yang satu ini. Ashley Cole contohnya, ia selalu mempertahakan bentuk klubnya di tingkat internasional dan beberapa pemain lainnya melakukan hal yang sama.

Wayne Rooney yang dianggap sebagai top-scorer terbanyak Inggris, secara rutin tampil gagal di setiap turnamen besar sejak tahun 2004. Steven Gerrard dan Frank Lampard, keduanya merupakan gelandang berbakat dunia, namun mereka gagal menemukan pola permainannya di panggung utama bersama rekan setimnya.

5. Franck Ribery

Ketika Zinedine Zidane pensiun dari sepakbola setelah ajang Piala Dunia 2006, Franck Ribery adalah penerusnya. Setelah melakoni tugas yang baik di tahun 2006, Ribery diharapkan dapat mengikuti jejak sang legenda dan menginspirasi Perancis untuk era yang baru. Sayang, Ribery tidak pernah mewujudkannya. Dia gagal mencetak gol selama 18 bulan terhitung dari masa pensiun Zidane.

Penampilannya tidak memberikan dampak apapun di Euro 2008, sehingga Perancis harus gagal. Pada ajang Piala Dunia 2010, Perancis mendapatkan sebuah bencana besar, mereka harus dipermalukan dengan mengepak koper lebih awal. Dan pada Euro 2012, penampilan Ribery mulai dipertanyakan. Ribery absen dari ajang Piala Dunia 2014 karena dibekap cedera dan memilih untuk pensiun dari sepakbola internasional dengan membukukan 16 gol dalam 81 laga.

6. Nwankwo Kanu

Dulu, Nwankwo Kanu adalah permata dari benua Afrika. Kanu berhasil memenangkan 14 piala di sepanjang karirnya termasuk beberapa gelar liga di Nigeria, Belanda dan Inggris. Ia juga pernah memenangkan Liga Champions, Piala UEFA, Piala Super, Piala Interkontinental dan Piala FA.

Kanu terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika sebanyak 2 kali dan ia tentu merupakan Generasi Emas Nigeria bersama Jay-Jay Okocha dan Finidi George saat itu. Untuk tingkat timnas, Kanu tidak pernah berhasil. Ia hanya mencetak 12 gol dalan 87 laga dan gagal mencetak gol indah dalam ajang Piala Dunia atau Piala Afrika.

7. Freddy Adu

Freddy Adu tidak hanya gagal dalam tingkat timnas Amerika Serikat, namun ia juga gagal di beberapa titik. Segala faktor terkait harapan, janji, dan keadilan warga Amerika disematkan di bahunya sehingga ia kerap merasa tertekan. Di usianya ke-14, Adu menjadi pemain termuda dalam sejarah olahraga AS, ia juga merupakan pemain termuda yang bermain di MLS dan pemain termuda yang berhasil msencetak gol.

Dia dijuluki ‘the next Pele’ dan menjadi pemain termuda dalam sejarah USMT pada tahun 2006 saat berusia 16 tahun. Satu dekade kemudian, karir Adu pun merosot tajam. Karir internasionalnya harus berakhir saat ia berusia 21 tahun dengan menggemaskan 2 gol dari 17 laga.

8. Robbie Fowler

Ia merupakan top-scorer terbanyak nomor 6 dalam sejarah Liga Premier. Namanya terjepit diantara Thierry Henry dan Michael Owen, total keseluruhan Robbie Fowler mencetak 252 gol yang sebagian besar golnya lahir saat dirinya membela klub Liverpool selama 9 tahun. Sebagai striker sejati, Fowler masuk dalam skuad Inggris untuk 3 turnamen besar yaitu Euro ’96, Euro 2000 dan Piala Dunia 2002.

Dia gagal mencetak satu gol-pun dalam ketiga ajang tersebut dan total hanya mencetak 7 gol dalam 26 laga untuk Inggris. Semua gol yang dilesakkan datang dalam pertandingan persahabatan, 2 gol saat melawan Meksiko, 2 gol saat melawan Kamerun, dan 1 gol masing-masing saat melawan Albania, Itali dan Ukrania.

9. Nani

Mengingat kemampuan dan potensi yang dimiliki Nani, tentu kita dapat mengatakan jika dirinya adalah salah satu pesepakbola berbakat dari Portugal. Nani selalu menunjukkan bakat mumpuninya kala bermain untuk Sporting, Manchester United dan Fenerbahce, namun untuk tingkat timnas, ia jarang melakukan hal apapun bagi Portugal.

Bersama Portugal, ia telah melakoni 92 laga dan hanya mencetak 17 gol. Penampilannya gagal di Euro 2008 dan saat di ajang Piala Dunia 2010 Nani dibekap cedera. Pada ajang Piala Dunia 2014 lalu, ia menilai kegagalan Portugal disebabkan oleh wasit yang terlihat pilih kasih.

10. George Best

Banyak pihak yang menyatakan jika saat dirinya berada di timnas Irlandia Utara, George Best tidak dikelilingi oleh pemain berkualitas. Ia berhasil memimpin Irlandia Utara untuk meningkatkan peluang mereka di panggung internasional. Meskipun timnasnya kurang berkualitas, George Best adalah pemain yang sangat berkualitas di zamannya terutama saat ia membela klub Manchester United. Selama 13 tahun membela negaranya, ia telah melakoni 37 laga dan 9 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *